Buku Seratus Anak Tambang Raih Piagam MURI

Direktur Utama Allsysmedia, Alexander Mering memamerkan Piagam MURI dan buku 100 Anak Tambang Indonesia di atas panggung saat Launching di Learnotel, 17 Agustus 2021.

KBRN, Jakarta : Buku Seratus Anak Tambang Berhasil Raih Piagam MURI, Alexander: Buku Ini Berisi Spirit Juang Tokoh Inspiratif.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Republik indonesia (HUT RI) ke-76 buku seratus anak tambang resmi diluncurkan. Buku yang berisi tentang 100 kisah inspiratif dari 100 orang putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di 76 lebih perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) ataupun perusahaan kontraktor jasa pertambangan ini berhasil meraih piagam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keberhasilan Buku seratus anak tambang menyabet piagam MURI diungkapkan Alexander Mering selaku Direktur Utama Allsysmedia yang sekaligus editor dalam buku ini. Ia mengatakan buku ini sudah terjual 17.845 eksemplar sebelum peluncuran (pre-order H-12) pada tanggal 17 Agustus 2021 lalu.  Tak hanya itu, Alexander mengakui proses penyelesaian buku yang relatif singkat yakni selama 4 bulan.

“Kami hanya sebagai penjahit dan perakit cerita dari 100 orang orang hebat yang membagikan kisah sukses, kami editor tidak akan berhasil menghasilkan buku 712 ini dalam kurun waktu hanya 4 bulan,” ujar Alexander dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Tujuan utama diterbitkannya buku ini, kata Alexander untuk membagikan spirit dan dan semangat yang nantinya dapat dicontoh oleh para pembaca. “Yang membuat allsysmedia menerbitkan buku agar dapat membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan covid-19,” ungkap Alexander.

Senada, salah satu inisiator buku, Alwahono mengatakan bahwa para penulis buku tersebut adalah 100 orang pimpinan perusahaan tambang di Indonesia.  Mereka ujar Alwahono berniat ingin membagikan semangat juang, teladan dan kesaksian hidup mereka yang terbiasa hidup di dunia pertambangan yang keras. 
“Dalam buku itu, terdapat rahasia atau kunci sukses ke 100 anak tambang tersebut,”  tambah Alwahono yang juga didampingi Editor lain, yaitu Nur Iskandar dan Eko Gunarto.

Buku yang berisi  mini biography dari 100 orang pimpinan perusahaan tambang di Indonesia dari sub sektor Mineral dan Batubara (Minerba) ,berupa kisah-kisah kemanusiaan dan pergulatan hidup yang sebagian besar mereka habiskan di dunia tambang  yang terbentang dari Aceh hingga Papua. 
Mereka bukan seorang pemodal yang membeli perusahaan tambang, bukan para birokrat, akademisi atau politisi yang mapan lalu menjadi bos tambang, tetapi mereka adalah orang-orang yang berjuang dari titik nol hingga ke puncak karir. Begitu penggalan resensi buku 100 anak tambang yang diberikan Alexander kepada Reporter RRI Jakarta. Sumber RRI Jakarta

Related stories